Arsip untuk Oktober, 2008

Tempat Cari Duit, Internet Salah Satunya

Cari Uang di Internet
Tempat Cari Duit, Internet Salah Satunya

.

Ilustrasi Uang 2 (VIVANews/ Anhari Lubis)

Beberapa teman saya memanfaatkan internet sebagai mesin pencari duit. Beberapa membuka warung, tempat jualan barang, di internet. Contohnya si A. Dia sengaja bikin situs web pribadi buat jualan gadget. Saya termasuk salah satu pelanggan yang numpang jualan barang di situsnya itu. Paling nggak, sudah ada satu barang yang saya titip untuk dijual di situ. Lumayan.

Kawan yang lain, si B, memanfaatkan Multiply untuk jualan foto khas pemandangan Indonesia, hasil buruannya jalan-jalan keliling nusantara. Awalnya sih cuma mau majang foto, kata dia. Tapi tiba-tiba, ada bule yang kepincut sama pemandangan kota Bandung yang macet, dan pengin beli fotonya. Akhirnya, jadilah dia kini berbisnis sampingan, jualan foto. Lumayan, satu foto bisa laku seharga 20 dolar AS. Dan biasanya, si B bisa menjual 5 foto sekaligus untuk satu orang. Wah, bujang tajir.

Lain lagi cerita si C. Kawan saya yang satu ini, doyan beli domain. Tiap ada nama domain unik yang lucu dan menjual singgah di otaknya, mampirlah dia ke situs penjual domain. Duitnya banyak banget, mungkin ya! Ah, tapi nggak juga, beli domain nggak menuntut banyak duit kok. Bermodal 100 ribu perak pun kita sudah bisa punya domain sendiri.

Lanjut tentang si C. Sehabis beli domain, dia cari layanan hosting gratisan di internet. Aksesnya lelet sedikit, nggak apa-apa, yang penting dia punya situs web yang hidup. Sekarang, dia lagi demen menambah trafik di situs web “iseng-isengnya.” Caranya dengan memposting topik-topik hot di situs-situsnya–ada yang khusus teknologi, ada yang khusus gosip-gosip selebritis. Wah, pokoknya teman saya yang satu itu keren banget, deh!

Sekarang, trafik di situs-situsnya sudah lumayan tinggi. Ugh, tinggi banget malah, apalagi kalau dibandingkan dengan tong sampah saya. Akhirnya, dia pasang Google Adsense di situs-situsnya itu. Nggak punya rasa nggak tega, dimintanya teman-temannya yang selalu terkoneksi dengan internet untuk mengklik link Adsense yang nampang di situs-situsnya. Lumayan, buat cari duit tambahan, katanya. Kalau dia makin kaya gara-gara hits dan Google Adsense di situsnya, itu juga berkat teman-temannya.

Saya pikir, seharusnya, saya bisa seperti teman-teman saya itu, ya. Tapi, mungkin saya bukan jenis orang yang bisa fokus dengan beberapa pekerjaan sekaligus. Jadi, prioritas saya ya untuk pekerjaan yang memang menghasilkan duit yang nyata rupanya, dan kalau bisa dalam tempo yang cepat, meskipun nggak harus banyak.

Saya pernah membeli sebuah domain, tapi akhirnya domain itu malah jadi sia-sia, nggak terurus, nggak ada konten. Sumber inspirasi yang oke untuk disulap jadi artikel menarik memang banyak, tapi waktu yang cukup untuk menyulapnya jadi artikel yang menarik itu yang nggak saya miliki. Buktinya blog saya, sudah lama nggak terurus. Niat untuk mengganti tampangnya jadi lebih keren saja selalu batal dengan alasan: (sok) sibuk.

Hai kawan, saya kasih tau ya. Jangan meniru saya–niat beli domain cuma di awal, tapi nggak mau ngurus. Percaya deh, internet itu selain sumber ilmu, juga sumber duit dan teman, pastinya! Apalagi sekarang, makin banyak cara menarik trafik ke situs. Contohnya nih, Google baru mengumumkan layanan sosial Google Friend Connect. Friend Connect ini, singkat kata, memungkinkan pemilik situs web untuk menambah fungsi sosial di situsnya seperti fungsi registrasi user, posting pesan dan komentar, dan fungsi mengirim undangan. Caranya gampang, cukup memasukkan sederet kode ke dalam skrip situsnya (seperti memasukkan kode untuk bikin shoutbox, misalnya).

Logikanya, aplikasi menarik di situs web atau blog–sama halnya seperti konten–akan menarik pengunjung untuk mampir ke sana. Situs atau blog yang bagus nggak bikin orang bosan untuk mampir berkunjung lagi. Pun situs atau blog yang bagus bakal menarik untuk dipromosikan orang. Big traffic, big money.

Eits, sekarang layanannya belum dibuka untuk umum sih. Tapi pemilik situs atau blog yang kebelet pengin nyicipin Google Friend Connect bisa mendaftar untuk masuk daftar tunggu Google. Saya sempat kepengin mendaftarkan blog ini, tapi begitu diminta untuk mengisi jumlah hits per hari dan jumlah unique visitor-nya, saya jadi nggak pede.

Ah, sekarang saya mau serius mengelola situs web ah! Demi pensiun muda. Mana tau di usia 35 tahun saya sudah mencapai financial freedom. Hahaha, bahkan langit pun nggak bisa membatasi kita untuk bermimpi, bukan?

Restituta Ajeng Arjanti
langit-jingga.blogspot.com

Komentar bertahan »

Merancang Komputer lewat Situs Baru

Strategi Intel dan Asus
Merancang Komputer lewat Situs Baru

Indra Darmawan

  (wepc.com)

Intel dan Asus memulai fase baru dalam memasarkan produk-produk mereka, yaitu dengan melirik pada komunitas. Kedua perusahaan tersebut, Rabu lalu meluncurkan sebuah situs web yang memungkinkan pengunjung situs untuk mendesain komputer PC.

Selama ini konsumen tak punya pilihan untuk sebuah komputer yang fitur-fiturnya selalu disodorkan oleh vendor. Kini, melalui situs bernama wePC.com itu pengunjung bisa berbagi ide tentang PC idaman yang mereka dambakan. Nantinya, Asus akan berusaha membuatkan.

“Pengunjung bisa membagi ide, ikut memilih konsep-konsep komputer yang usulkan orang, juga terlibat dalam diskusi dengan anggota komunitas lain tentang komputer PC yang mereka impikan,” kata Mike Hoefflinger, General Manager of Intel’s Partner Marketing Group, dalam sebuah surat pernyataan.

Intel percaya, inovasi-inovasi segar justru bisa datang dari sini. Diharapkan, ide-ide tadi bisa mewujudkan sebuah komputer pertama yang didesain oleh komunitas.

Situs ini membagi tiga fokus kelompok diskusi untuk masing-masing pengunjung, apakah mereka berminat untuk mendesain Netbook (notebook berukuran kecil dan berbujet rendah), notebook, atau notebook untuk game.

Hingga kini, kebanyakan pengunjung situs, menginginkan sebuah komputer yang memiliki baterai yang ‘bandel’, layar yang tak terlalu silau, serta bobot yang ringan. Beberapa di antara mereka ada juga yang menginginkan beberapa fitur spesifik seperti prosesor yang handal, layar berdefinisi tinggi serta konektivitas 3G.

Bahkan banyak ide-ide kreatif, Seperti misalnya ada yang menginginkan sebuah notebook yang tahan banting dan tahan air, dengan kemampuan untuk dapat berpijar di tempat gelap.

Ada pula yang mendambakan tombol-tombol dan layar virtual pada komputer, atau menginginkan komputer yang memiliki kemampuan telepati dengan detektor gelombang suara.

Tapi ada juga ide-ide yang rada nyeleneh dan tak mungkin direalisasikan. “Saya memiliki ide sebuah laptop yang memiliki rambut. Bila rambut itu tumbuh, Anda bisa memotongnya sesuai keinginan. Jadi dalam satu tahu, komputer itu bisa berubah-rubah gaya rambut, hingga beberapa nkali” tulis seorang pengunjung, seperti dikutip dari situs CNet.

Komentar bertahan »

Manfaatkan 3G sebagai Satpam Pribadi

Pemanfaatan Teknologi
Manfaatkan 3G sebagai Satpam Pribadi

Muhammad Firman

Kamera pengawas (perljam.net)

Penghujung tahun sudah semakin dekat. Sebentar lagi, sederetan libur panjang dimulai dari Lebaran, kemudian dilanjutkan dengan libur Natal hingga tahun baru. Umumnya, pada masa-masa ini tingkat kejahatan di Indonesia meningkat. Dari tahun ke tahun para pelaku kejahatan tak jua jera, meski sebagian pelaku kriminal mesti berlibur di hotel prodeo karena tak berhasil menggondol barang hasil curiannya. Alasannya klasik, dana hasil kejahatan akan digunakan untuk mudik. Untuk berkumpul dengan sanak saudara di kampung.

Di hari biasa saja Anda bisa lihat sendiri, dalam satu hari tiap stasiun televisi bisa menyiarkan program berita kriminal hingga dua kali atau lebih. Ini menunjukkan bahwa tingkat kejahatan di Indonesia memang sudah mencapai tahap yang cukup menghawatirkan. Tak heran jika kemudian sebagian besar masyarakat merasa was-was jika harus meninggalkan rumah, terutama jika dalam keadaan kosong. Pada hari biasa saja mereka berani nekat, apalagi jika rumah dalam kosong, pastilah mereka lebih leluasa menguras harta seisi rumah.

Untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan di hari libur seperti ini, umumnya para pemudik menitipkan rumahnya pada tetangga. Tapi ini bersyarat, jika sang tetangga tak ikut mudik pula. Itupun tak menjamin rumah tetap aman. Sebab, tidak mungkin tetangga Anda menunggui rumah Anda selama 24 jam penuh.

Solusi lainnya, Anda dapat pula membayar satpam untuk menjaga rumah selama Anda tinggalkan. Tapi, ini juga punya kelemahan. Pada hari-hari libur itu umumnya mereka juga ikut mudik. Pastilah Anda sulit untuk mendapatkan orang yang dapat dipekerjakan sebagai satpam. Kalaupun Anda berhasil mendapatkannya, tidak mungkin sang satpam bisa menjaga seluruh rumah selama 24 jam penuh. Satpam juga manusia. Perlu istirahat dan tidur.

Mengantisipasi situasi seperti ini Anda dapat memanfaatkan konvergensi piranti elektronik seperti komputer, ponsel dan koneksi Internet nirkabel dengan teknologi 3G sebagai satpam pribadi. Skenarionya, di rumah Anda memasang komputer yang dilengkapi dengan webcam untuk melakukan pengintaian selama 24 jam penuh di area intai kamera.

Apabila terdeteksi adanya gerakan, komputer akan mengirimkan push e-mail ke ponsel 3G Anda. Pada saat yang sama, Anda dapat pula melakukan koneksi ke komputer yang berada di rumah secara real time lewat koneksi 3G guna melihat kondisi rumah sesungguhnya via video streaming. Alternatif lainnya, apabila komputer di rumah sudah mendukung 3G dan fitur auto answer telah aktif, Anda dapat pula melakukan panggilan video call ke rumah untuk melihat langsung kondisi riil di rumah Anda langsung dari layar ponsel. Dengan teknologi ini, Anda dapat menangkap gambar sang pelaku berikut gerak-geriknya untuk diserahkan pada yang berwajib.

Piranti elektronik yang diperlukan untuk pengadaan teknologi itu di antaranya adalah seperangkat komputer yang dilengkapi dengan webcam sebagai pemindai, perangkat lunak yang mampu menganalisa gerakan dan akses Internet. Banyaknya kamera web yang dibutuhkan sangat tergantung pada luas dari rumah Anda dan area yang ingin Anda awasi. Jangan lupa, letakkan kamera-kamera tersebut ditempat-tampat yang strategis. Sebisa mungkin, atur area pemindaian kamera web pada area yang mungkin bisa dilewati tamu tak diundang seperti pintu dan jendela.

Di samping perangkat keras, perangkat lunak pun perlu dipasang pada perangkat komputer yang dipasang di rumah. Perangkat lunak yang disyaratkan di sini adalah piranti yang mampu menganalisa dan mendeteksi gerakan untuk kemudian hasil pendeteksiannya dikirimkan via e-mail. Agar e-mail tersebut dapat langsung masuk ke ponsel, Anda dapat berlangganan layanan push e-mail dari operator seluler Anda.

Sementara itu di sisi ponsel, Anda memerlukan ponsel 3G yang telah disertai dengan browser, e-mail client dan aplikasi multimedia yang mendukung video streaming. Secara umum, Anda nyaris tak perlu lagi memasang tambahan perangkat lunak apapun, sebab umumnya ponsel 3G telah dilengkapi dengan software yang mendukung untuk berlangsungnya video call, video streaming dan akses e-mail langsung dari ponsel.

Implementasi sistem pengamanan dengan teknologi 3G ini sebenarnya cukup mudah. Sebelum rumah ditinggal bepergian, Anda cukup menginstal software detektor gerakan dan mengatur konfigurasi webcam dan setting e-mail pada aplikasi detektor tersebut ke komputer yang akan bertindak sebagai server. Konfigurasi web cam yang penting dilakukan adalah pengaturan tolerance. Pengaturan ini menentukan batas toleransi gerakan yang dapat diterima. Artinya, apabila terjadi perubahan gambar –yang berarti ada gerakan– melebihi batas toleransi, maka screen shot atau rekaman video hasil pendeteksian akan dikirim melalui e-mail. Selain itu, pastikan pula koneksi Internet dalam keadaan aktif.

Nah, agar e-mail tersebut secara real time dapat langsung diterima oleh ponsel, lakukan konfigurasi push e-mail pada ponsel. Cara konfigurasinya tentu berbeda-beda antar operator seluler dan penyedia e-mail. Untuk mendapatkan pengaturan yang tepat, Anda dapat menenyakannya pada operator seluler atau penyedia e-mail Anda.

Setelah semuanya siap, Anda sudah bisa mudik dengan tenang. Nantinya, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di rumah, Anda akan mendapatkan notifikasi melalui push e-mail dan Anda bisa langsung melihat hasil tangkapan gambarnya yang berupa attachment langsung melalui layar ponsel. Apabila masih belum puas, Anda dapat melihat langsung kondisi riil di rumah dengan dua cara. Pertama, Anda dapat mengunjungi langsung IP publik komputer Anda dari player multimedia atau browser ponsel untuk melakukan video streaming dengan kamera webcam, atau cara ke dua adalah melalui video call. Anda dapat menghubungi nomor ponsel 3G di rumah yang telah diaktifkan fitur auto answer-nya untuk melihat kondisi rumah langsung dari layar ponsel.

Dengan berbekal segala rekaman gerak-gerik dan foto sang bandit Anda dapat menyerahkan barang bukti tersebut pada pihak yang berwajib. Niscaya mereka akan dapat menemukan dan membekuk pelakunya dengan mudah. Akhir kata, selamat berlibur!

Steven Andy Pascal
Pemerhati Teknologi, tinggal di Denpasar, Bali.

Komentar (1) »

Enam Langkah Sukses Meniti Karir

Enam Langkah Sukses Meniti Karir
 
Tak seorang pun karyawan yang tak ingin sukses. Semua pasti ingin memiliki jenjang karir yang menjanjikan masa depan cerah. Untuk meraihnya, tentu saja dibutuhkan usaha dan pengorbanan yang cukup besar.

Berberapa tip berikut, mungkin dapat membantu Anda mencapai jenjang karir yang diinginkan:

(1) Berdedikasi tinggi. Untuk mewujudkan cita-cita akan karir yang terus berkembang, diperlukan daya juang dan dedikasi pada perusahaan yang tinggi. Usahakan jangan berdedikasi jika hanya ingin mendapatkan promosi jabatan semata. Lakukan semua pekerjaan dengan disiplin tinggi. Bila perlu disertai dengan prestasi yang menonjol di bidang yang Anda geluti.

(2) Berinisiatif. Jangan ragu untuk melontarkan ide dan inisiatif. Tunjukan pula hasil karya, penyelesaian tugas, kerja sama dan komunikasi yang memuaskan semua pihak.

(3) Menambah ilmu dan pengalaman. Tingkatkan kepercayaan diri dengan memperbanyak ilmu dan keterampilan yang relevan dan signifikan agar dapat memberikan hasil karya yang memuaskan.

(4) Tidak gagap teknologi. Di zaman yang serba canggih ini, ada baiknya jika Anda menguasai teknologi internet, penggunaan software tertentu dalam proses bisnis di perusahaan, dan teknologi yang relevan dengan kompetensi khusus.

(5) Jalin kerja sama dengan unit-unit terkait. Pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari pasti terkait dengan unit bisnis lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda menunjukkan sikap bersahabat, serta menghargai bantuan atau karya orang lain. Lakukan juga hubungan komunikasi yang baik dengan sesama bawahan maupun atasan. Jangan lupa untuk mengucapkan kata terima kasih atas bantuan dan kerja sama mereka.

(6) Selalu menjaga sikap. Sebuah perusahaan yang berkualitas tentunya menuntut karyawannya untuk selalu menjaga penampilan diri, serta kesopanan dalam tutur kata. Ada baiknya jika Anda selalu menyesuaikan cara berpakaian dengan budaya perusahaan yang berlaku. Terlebih sikap ramah, tersenyum, dan sopan yang selalu ditunjukkan dalam perilaku kerja.

Kompas

Komentar bertahan »

Minuman Isotonik Tidak Dikonsumsi Sembarangan

Minuman Isotonik Tidak Dikonsumsi Sembarangan
 

Minuman isotonik semakin gencar menyerbu pasaran. Melalui iklan, produk ini dicitrakan mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dalam waktu singkat. Di balik kesan kesegarannya, minuman isotonik dapat berbahaya apabila dikonsumsi sembarangan.

Sebuah iklan minuman isotonik di televisi mengatakan, ion di dalam isotonik mampu menjaga kelembapan kulit dan tubuh lebih baik daripada air biasa. Iklan lain menyebutkan, kehilangan dua persen cairan tubuh akan menurunkan stamina dan konsentrasi.

Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Fransiska Rungkat Zakaria, mengatakan, iklan produk isotonik sebagian menyesatkan masyarakat.

Di iklan, seolah-olah isotonik bisa diminum siapa saja dan dalam kondisi apa saja. Padahal, Fransiska mengingatkan, isotonik tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena minuman ini mengandung garam natrium (NaCl).

“Coba perhatikan labelnya, pasti ada kandungan Na dan Cl nya,” tutur Fransiska. Ia menambahkan, minuman isotonik itu tidak lain adalah larutan garam. Oleh produsennya, larutan itu kemudian diberi tambahan zat lain, seperti vitamin.

Ion yang disebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh sebenarnya juga tidak hanya terkandung pada isotonik. Setiap garam yang dilarutkan dalam air, kata Fransiska, pasti akan berubah menjadi ion Na dan ion Cl. “Jadi, ion yang terkandung dalam sayur lodeh dengan ion dalam isotonik itu sama saja,” tutur Fransiska.

Karena berisi garam, isotonik tidak boleh diminum sembarangan. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. “Bila sudah kena hipertensi, tinggal menunggu saja bagian tubuh mana yang jebol duluan,” kata Fransiska.

Dari makanan

Apabila tubuh kita berkeringat, natrium dan klorida yang terkandung dalam cairan tubuh ikut keluar melalui pori-pori kulit. Jika kedua zat itu tidak digantikan, sel-sel tubuh kita lama-lama akan rusak dan mati.

Persoalannya, dari manakah zat natrium dan klorida itu diperoleh? Apakah harus dari minuman isotonik? Jawabannya, tidak.

Menurut Fransiska, makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan natrium dan klorida yang keluar bersama keringat. “Setiap kali masak, kita selalu menggunakan garam. Itu sudah cukup untuk mengganti garam yang keluar dari tubuh. Bahkan berlebih,” papar Fransiska.

Ia mengingatkan, dalam kondisi normal, tubuh orang dewasa hanya memerlukan 2,3 gram natrium per hari, sedangkan klorida hanya 50-100 mg. Pada anak-anak, kebutuhan dua zat itu lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa.

Apabila kita memasak tanpa garam, kebutuhan natrium dan klorida juga sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan. Ia mencontohkan, 1 ons daging merah mengandung 70 mg natrium, sementara setiap 10 ons nasi mengandung 10 mg natrium.

Bahan makanan lain, seperti telur, daging ayam, kacang-kacangan, buah, dan sayur, juga mengandung natrium. “Karena itu, pada kondisi normal, kita tidak perlu lagi mengganti cairan tubuh dengan isotonik,” kata Fransiska.

Fransiska mengingatkan, isotonik lebih cocok dikonsumsi atlet yang menggeluti olahraga berat. Pada atlet olahraga berat, kebutuhan sodium memang lebih tinggi dari orang biasa, yaitu 5-7 gram per hari.

Meski begitu, sebaiknya dihitung lebih dulu apakah natrium dan klorida yang dibutuhkan atlet bersangkutan sudah cukup didapat dari makanan yang dikonsumsi. Bila masih kurang, boleh saja ditambah dengan isotonik.

Di negara maju, kata Fransiska, ada lembaga yang meneliti dan menghitung berapa jumlah natrium pada makanan yang dikonsumsi atlet. Hasilnya, menu makanan yang dihidangkan tiga kali sehari itu sudah mengandung 6 gram natrium.

Mengecoh

Meski isotonik tidak boleh dikonsumsi sembarangan, beberapa iklan produk isotonik justru memakai model orang biasa (bukan atlet) sebagai konsumen isotonik. Minuman isotonik itu juga ditenggak pada kondisi biasa saja, seperti terjebak macet yang tidak selalu identik dengan keluarnya ion-ion tubuh secara berlebihan. Bahkan disebutkan, tanpa menyebut kondisinya, isotonik lebih baik dari air biasa.

Menurut Fransiska, iklan semacam itu sangat menyesatkan masyarakat. Produsen boleh saja menarik pembeli dengan iklan yang kreatif, tetapi dalam iklan juga harus dicantumkan informasi yang jelas, bukan informasi menyesatkan.

Produsen seharusnya juga mencantumkan peringatan minuman itu mengandung garam. Agar konsumen bisa mengambil keputusan terbaik, harus disebutkan pula berapa jumlah garam yang dibutuhkan manusia per harinya.

“Memang produsen akan ribut. Kalau label itu diberlakukan, produk mereka tidak akan laku. Meski demikian, jangan karena kepentingan ekonomi, kesehatan masyarakat dipertaruhkan,” kata Fransiska. Jadi, meski kelihatannya menyegarkan, hati-hati bila ingin mengonsumsi isotonik.

Minggu, 29 Juni 2008 | 
Lusiana Indriasari
KOMPAS.com

Komentar (3) »

5 Mitos Menyesatkan Soal Makanan

5 Mitos Menyesatkan Soal Makanan
 

1. Gula menyebabkan diabetes
Jika Anda penderita diabetes, Anda perlu memperhatikan asupan gula dan karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah. Bila bukan diabetesi, asupan gula tak menyebabkan diabetes. Yang benar, makanan tinggi kalori, termasuk banyak minum dan makan manis, kegemukan, dan tak pernah olahraga adalah faktor risiko utama penyebab penyakit diabetes tipe 2.

2. Semua lemak buruk
Kita semua butuh lemak karena lemak membantu penyerapan vitamin A, D, E, K, transmisi saraf, dan menjaga integritas membran sel. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan, lemak menyebabkan peningkatan berat badan, penyakit jantung, dan kanker. Tentu tidak semua lemak buruk. Pilihlah lemak baik yang disebut lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dalam pola makan sehari-hari. Lemak tak jenuh ini terdapat pada ikan dan kacang-kacangan.

3. Turunkan kolesterol dengan pantang seafood
Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar karena seafood memang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol dalam tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh lemak jenuh dan trans fatty acid (http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1115). Keduanya ini terdapat dalam daging merah dan makanan kemasan olahan. Trans fatty acid terdapat di snack kemasan, gorengan, atau margarin yang berisi minyak hydrogenated.

4. Hindari karbohidrat agar berat badan cepat turun
Pesan utama diet rendah karbohidrat adalah karbohidrat mempercepat produksi insulin yang ujung-ujungnya akan menambah berat badan. Namun, membatasi asupannya secara berlebihan bisa membuat tubuh kekurangan karbohidrat untuk kegiatan harian. Akibatnya, tubuh akan membakar cadangan karbohidrat untuk energi, dengan melepaskan air. Itulah sebabnya Anda kehilangan banyak air ketika diet rendah karbohidrat.

5. Tidak makan malam membantu menurunkan berat badan
Banyak orang berpikir, makan lebih sedikit berarti mempercepat penurunan berat badan. Mereka tidak tahu, ketika tak makan, tubuh berpikir kita sedang kelaparan dan karenanya memperlambat proses metabolisme. Kita pun cenderung makan banyak sesudah melewati waktu makan. Karena itu, jangan lewatkan waktu makan. Cara yang sehat adalah makan sering tetapi dalam porsi kecil agar gula darah terus seimbang.

“info-sehat”

Komentar bertahan »

10 Commandments of Dating

10 Commandments of Dating
 

I’ve always had a very deep respect for the Ten Commandments. First, because God wrote them Himself—freehand. Second, because all this freedom we’ve experienced in the Western world is rooted in these lasting moral guidelines. And third, because they summarize in a few digestible sentences who God is and how He operates, kind of like a very condensed version of God for Dummies.
With this in mind, I, single until the ripe old age of 36, could not help but apply these great commands to the often crazy and confusing world of dating. Once I did, I realized that there’s no better material out there anywhere than what you find in Exodus 20. Check this out:

1. “You shall have no other gods before me.”

Applied to the world of the opposite sex, my single sisters, here’s a paraphrase for you: Don’t make Mr. Potential the center of your universe. Say it out loud. Don’t make Mr. P. the center of your universe.

It doesn’t matter if you have “He’s the one” looping through your psyche every 30 seconds and a wedding date almost set—the man you are seeing is a mere mortal. He is not capable of being the center of anybody’s world, including yours.

So if you are waiting for a Mr. Right to give you meaning and purpose, or if you are sitting there with a heart full of needs and thinking that a two-legged mammal with a deep voice is all you are lacking, memorize this first commandment. There is only one Savior, and maybe it’s time to distinguish Him from the cute guy at Starbucks.

And how is this done?

First, get into a real live relationship with Jesus. Talk to Him, listen to Him, and study His teachings. In case you don’t know, you’re a worshipping creature. If you don’t get to worshipping Jesus, you’ll put something that looks like Him—men were created in His image, after all—on the throne.

Second, get super clear on your mission and your purpose on earth. Marriage works best when there are actually two whole people involved, and the more fully developed they are, the better. There’s a problem if you want him to define you, set your course, and bring purpose to your life. Then you’re not really looking for someone to share life with, but someone to suck life from—and that, by definition, makes you a parasite.

Third, when you go on that first—or fifty-third—date, ask yourself what you have to offer the Adam sitting beside you on that chairlift. Ask yourself why he would be blessed to spend lots of time, maybe even the rest of his life on earth, with you. This is one of the easiest ways to avoid making a savior out of him. It puts the focus on who you are, which is your business. Remember John F. Kennedy’s epitaph in Washington, D.C.? That’s right: Ask not what Mr. Right can do for you, but what you can do for Mr. Right!

And for all of you beautiful sisters with hearts full of needs you don’t know what to do with, stop waiting for the phone to ring! Instead, fall into romance with God Himself. He’s the only one who can ever actually meet your needs to begin with, and it’d probably be a lot less painful (for both you and Mr. Right) to learn this before launching off down the aisle. Who knows? God might have your Mr. Right holed up without your phone number because you’re still looking for a Mr. Savior.

2. “You shall not make for yourself an idol in the form of anything in heaven above or on the earth beneath or in the waters below.”

The second commandment becomes very personal when we remind ourselves that worship is about what we “can’t live without.” If having Mr. Right falls under this category, you may want to step back and reevaluate your heart. Things we can’t live without are often things we are using to feel good about ourselves. Yes, using.

Maybe it’s time to search out your motives and uncover what drives your dating choices. What are the payoffs of the date or the relationship? Are they healthy?

Let me unpack a bit of the whole idol reality. God is community and loving relationships. We could say, then, that a false god (or idol) is going to be any form of false community or false relationship that somehow numbs our pain of being alone without changing the fact that we are.

The perfect example for guys is pornography. It’s not a real relationship at all, but it temporarily feels good and numbs their pain of being alone, even though they are exactly that, utterly alone. For girls, a biggie is appearance. We can feel important and loved if we appear beautiful and are admired—even if it’s by strangers and even if we are emotionally isolated and autonomous. Another big feel-good false community can be food. We eat to feel calm and safe—not because we are, but because it numbs our emotions.

So now ask yourself: “Am I seeking to have an honest, accepting relationship with another fumbling human being? Or am I using the guy in my life to numb my pain and make me feel OK because (a) he desperately needs me, (b) he’s very handsome (and thus of great worth, so I must be too), or© he’s all I could find?”

This may seem very complex or confusing. It is not. Love is unselfish and from the heart. Love focuses on the other person’s well-being and draws us toward more love and ultimately God Himself. Deep in our guts we know if it’s real love.

Addiction—the worship of false gods and the practice of false community—makes us feel needy, insecure, and desperate. If you are in an addictive relationship, chances are that you know it’s not a good thing but you’re scared to death of being without your fix because the pain of being alone is just too much.

So which is it? Is it a bit of both? The good news is that about 80 percent of the trip back to healthy is acknowledging the problem. You first have to be honest. God can lead you out of any mess you’re in if you choose to get on the same page as reality.

So please, please, please—don’t flake out on this one. This could be the most significant realization of your life. Why do you date who you date? Is it real honest-to-God unselfish love? You both deserve nothing but the real thing—that’s God’s Word, not mine.

3. “You shall not misuse the name of the Lord your God.”

This third command is all about taking responsibility for your choices and owning your life. It’s all about being honest with yourself and those you date instead of hiding behind excuses—especially God excuses.

So if you feel God leading you to date someone, hey, explore the hard evidence and your Bible. Use your head. You don’t ever want to say “God led me” based on a few fuzzy-wuzzy feelings. Not ever. You are responsible for your choices, and feelings can deceive, romantic feelings especially. Do your homework. Don’t use the God-excuse to substantiate your dating choices.

4. “Remember the Sabbath day by keeping it holy [and resting].”

I have way too many girlfriends who are working their tails off trying to “land a man.” All this stressing and striving is completely unnecessary. God has us resting the last day of every week, Saturday—Sabbath—so we can remember that He’s the creator, the one who makes stuff happen.

Applied to dating? Clearly, the finding and marrying of Mr. Right is not your deal to broker. It’s God’s. He created you. He created your future husband. And He also created everything else. So chill out and trust up. The gift of love will be given to you just like the gift of life was.

Now, if you find the above tough to swallow, let me unpack one more passage that will get you in line fast. Ephesians 5 spells out how the man is to be the leader in the marital relationship. Go read it. Now, this doesn’t mean that he barks orders and you do dishes; it simply means that in a deeply spiritual, emotional, and physical way, he is the pursuer, the initiator, and the protector.

So here’s the deal. If you get married by being the pursuer, the initiator, and the wannabe protector of your man, you will start the whole thing out on the wrong foot. This can be disastrous. Most marital issues I faced as a pastoral counselor had their roots in how the relationship got off the ground. Looking back from their present crisis, many guys referred to feeling roped into the deal in the first place, even hoodwinked, and now controlled.

“But my boyfriend loves to be led about!” you argue.

Really? Rest assured that if you’ve found a guy who’s willing to play the submissive damsel role, it’s probably not a good thing. There’s a really good chance that the brother has issues, maybe a domineering mother, too. What is certain is that he has in some way been shut down or emasculated, and sooner or later he’ll resent you (however unfairly) for it.

The bottom line here is not whether or not men are capable of finding you—they are. The question on the table is whether or not you are willing to trust God and the man of your dreams to do his part in hunting you down and winning your heart. Hey, be willing. You deserve to be worked for.

5. “Honor your father and your mother.”

There are a million believable reasons for why you may want to skip this fifth commandment. Maybe your parents are overpowering, controlling, harsh, or even mean. Even so, don’t. We honor our parents (or anyone) by respectfully listening to their side of things.

Yes, ultimately the choice of who you marry is yours. But if you are unable to listen to a possibly differing opinion on the subject, something is wrong on your end of things. Are you not mature enough to listen and consider contradictory evidence? Do you have something to hide? Maybe you need to ask yourself what you’re afraid of. Is it possibly the truth?

I highly recommend doing this whole dating thing with your parents close at hand. And if they are not safe people, then I recommend praying for a godly couple to stand in for them. There’s just no getting around the fact that the seasoned adult been-there-done-that perspective is absolutely essential. It’s no accident that the phrase “Love is blind” keeps making the rounds. Solomon may have said it best: People make better decisions when they get honest feedback from more than one source. Check out Proverbs 11:14; 12:15; 15:22; and 19:20 if you’re still not sure. Believe me, this is one decision you don’t want to botch up.

6. “You shall not murder.”
One of the craziest of human impulses is the one that drives us to want to “fix and change” someone else. In the arena of love, this practice is alive and kicking. Instead of allowing those who jive best with us to naturally find their way into our lives, we often strive and posture to “win” a man’s heart, only to then try recreating him into someone he isn’t to suit who we actually are.

This is very disrespectful, not to mention hurtful. It’s full-blown rejection. Do you love him as he is? Yes? Great. No? Then it’s probably time to say goodbye. Unconditional love is essential for any relationship and easiest to practice when you’re with someone who resembles what you naturally value. Besides, to try to shape someone according to your image is to play God and to kill what God has made. Not a good idea at all.
Most likely we get sucked into this unhealthy cycle because we make so many initial dating decisions based on appearance. Marriage is a melding of hearts, personalities, hobbies, cultures, and values, and none of these things can be read on the face or body of someone from the opposite side of the gender fence. So why all the getup? Do we want to be mismatched that badly?

The truth is always so simple. If you want a man who actually gets you and really jives with your passions and rituals, then you’re going to need to live you and be you—the real you—as much as possible. In other words, stop killing off the person God created you to be and fully embrace yourself. Practice unconditionally accepting yourself, and when Mr. Right comes along, unconditional acceptance will be something you’re good at.

7. “You shall not commit adultery.”

I’m sure you’d agree that the married me kissing some other Mr. is outrageously wrong. Well, what about me kissing an alternate guy before my wedding? Better? And what about me kissing an alternate guy before meeting my husband? Just fine?

I would propose to you that deep bonding with someone other than your husband—even if he is still in the future—is having an affair, even cheating on the man of your dreams. Think about it. We have only one heart and one body to give in marriage. Give that to someone else, and you’ve ripped off your future relationship.

I’ve heard every excuse in the book on this one. I’ve tried many of my own, too. The bottom line is that God says we sin against Him when we act out sexually when not married. (Start by reading 1 Thessalonians 4:1-8 in a few different translations, and you’ll get the picture.) Not only is smoochy-smoochy meant to glue those involved—thus ripping painfully when used for the short-term—but outside of marriage it is extreme defiance of who God is and very, very, very selfish.

Now, I could stop right here, but since we’re all women reading this, I need to say something about the stupidity of letting a man into your body, emotions, and soul when there is no vow to go with it. You are the only you that you will ever have, and what happens to and in you will continue to shape your life forever. My point? Keep the strangers and the friendlies out of your castle until the lifetime warranty and everything else that goes with it has been signed for.

Respect your marriage before it happens, and love your husband before you meet him. You deserve to have a truly exclusive relationship with your dashing prince—and he with you—and that choice is now yours to make.

8. “You shall not steal.”
Honoring this commandment means cutting off a relationship when you realize that the person you are seeing cannot possibly be Mr. Right. Sometimes this means doing so before the relationship even gets off the ground. Carrying on with someone you have no intentions of marrying someday is stealing from him the two things he can never get back: his time and his emotional investment in you.

I cannot stress how wrong this is, especially since his feelings for you make him a willing accomplice in your thievery. It’s up to you and you alone to be honest and respectful. It’s your integrity that is on the line. Not only are you stealing his time and emotions, but you’re also keeping him from meeting the Ms. Right who’s out there somewhere waiting for him.

So if you’re reading this and feeling every word down in your gut, you probably have some letting go to do. What I recommend is to get yourself an accountability partner. Severing emotional ties is painfully hard. I know this firsthand. But look at the alternative. If he is not the one and you don’t get honest about that soon, you may just settle—a decision that could really hurt both of you and your posterity in the long run.

You might also want to refer back to the second commandment as you seek to make things right. Sometimes we can’t see past a relationship’s end because of our own emotional dependency on the person. Our heart says that he’s not the one, but our desperate need to not be alone says that he is. The good news is that breaking it off will make room for God and give you another shot at being dependent on Him, as you’re meant to be in the first place. Letting go can be a great catalyst for growing up.

9. “You shall not give false testimony.”

Commandment number nine is all about acknowledging and acting on the warning signals going off in your head. Does he get really angry really fast? Does he blame everyone else for his mistakes? Is he overly friendly with your girlfriends?

Sometimes we are so eager to fall in love that we repress the truth about the other party involved. This is called lying. And what could be worse than betraying your own heart with your own lies? Don’t compromise your conscience. Those red flags are your very good friends.

I have two kinds of girlfriends who struggle with being honest in this way. The first are my friends who were emotionally, spiritually, or physically abused as kids. They grew up being shamed and demeaned for their shortcomings and thus feel that being treated poorly is par for the course. Oftentimes they don’t know better.

The second are my friends who were abandoned by their dads as kids. When Dad split, he left a gaping hole, and they have been forever trying to fill it up with somebody else. This means that if Mr. Boyfriend has lots of rough edges but is willing to fill that hole, my friends will hang in there and put up with all kinds of craziness.

Ultimately, if we’ve been abused, we’re going to have to relearn what is OK and what is not. There is no excuse big enough to choose a relationship that is abusive. There comes a time in our lives when who we are and what kind of relationship we’re in is ours to choose. This would be that time.

Yes, and for those of us who were abandoned, the truth is that only Dad and God can fill that hole. Even if you married one perfect Adam before the fall, he’d not be able to fill that hole meant for somebody else. This means that you have work to do, relationships to forgive and repair, and alternatives to contemplate.

10. “You shall not covet your neighbor’s [husband].”

Interestingly enough, affairs don’t happen in the bedroom. They actually happen in the heart and mind. This means that you can cheat on your Mr. Right without lifting a finger. It also means that drooling over Brad Pitt or fantasizing about that cute guy at work are both acts of unfaithfulness.

If you don’t agree, tell your boyfriend about your thoughts and see how he feels about them. Exactly. You were meant to deeply love and cherish one Mr. Right, and focusing on the rest of the Mr.‘s in a gaga sort of way only hurts you and yours. It is the exclusivity of marriage that makes it so intimate and meaningful. I say guard it with your life.

_________________________
Clar Worley Sproul lives out in the woods of Oregon with her wonderful (rather new) husband and her wonderful (rather new) last name. Contact her via www.clar.cc

Komentar bertahan »

Apa yang Menjadikan Kita Dihargai dan Dihormati Orang Lain?

Apa yang Menjadikan Kita Dihargai dan Dihormati Orang Lain?

Tanda pertama bahwa Anda menghormati orang lain, adalah kualitas hormat Anda kepada diri sendiri.

Pakaian terbaik bagi kita, bukanlah sesuatu yang bisa dibeli, tetapi yang harus dibangun sepanjang waktu dalam pribadi yang bernilai. Dan pakaian itu disebut kerendahan hati.

Tetapi hati yang mendasar seperti itu tidak mudah dilihat; sehingga sebagai gantinya, orang memperhatikan perilaku Anda. Dengan itu, pakaian terbaik Anda adalah perilaku yang santun.

Ingatlah juga bahwa kita, Anda dan saya, dinilai dari bagaimana kita memperlakukan mereka yang kecil dan yang membutuhkan bantuan di sekitar kita.

Upaya menuntut penghormatan sering mengalahkan upaya untuk menjadi pantas dihormati.

Maka jadikanlah diri ini pantas dihormati.

Lebih baik orang bertanya mengapa mereka tidak menamakan sebuah jalan bagi kita;
daripada mereka bertanya-tanya mengapa nama kita menjadi nama sebuah jalan.

Bagaimana mengatasi perasaan negative thinking yang sensitif?

Kenalilah suasana hati Anda, lebih dahulu;
sebelum Anda memutuskan penilaian buruk pada apa pun yang sedang Anda alami.

Karena, hal yang sedang Anda keluhkan itu, bisa saja adalah hal yang sama yang sedang dialami oleh seorang lain yang sedang cemerlang dalam karir dan hidupnya.

Janganlah Anda jadikan kekecewaan Anda
sebagai penghalang bagi kemungkinan-kemungkinan Anda.

Apakah mereka yang mengecewakan Anda itu, yang mungkin juga sedang merayakan dengan tawa tersembunyi atas keberhasilannya dalam merendahkan Anda itu – akan bersimpati bila Anda menjadi pribadi yang gagal ?

Itu sebabnya, jangan biarkan mereka berhasil melengkapkan kekejaman mereka atas diri Anda. Jangan katakan ‘tidak pernah’. Katakanlah, ‘apa yang harus aku lakukan untuk menjadikan perendahan ini sebagai awal dari kenaikan-ku’.

Katakanlah, tidak ada rasa sakit di hati ini – yang bisa menjadikanku lemah.
Perhatikanlah, bahwa mereka yang benar-benar besar – tidak akan pernah mengecilkan orang lain.
Dan mereka yang kecil, tidak akan tulus membiarkan orang lain menjadi besar.

Bila Anda dikecilkan, itu pasti oleh orang kecil.
Dan hanya orang kecil yang sakit bila disakiti oleh orang kecil.

 

Komentar bertahan »

7 Ways to Have a Relationship

7 Ways to Have a Relationship
 
Having rough times in your relationship? Everyone have these periods but don’t think breaking up just because some small issues because there are many ways to save a relationship and I will point some of them.
 
1.Communication: The most important way to save a relationship is communication. You must talk with your partner, because communication is the thing that builds, improves or destroy a relationship. You can solve all the problems that you have in your relationship if you just communicate.
 
2.Forgiveness: Forgive the mistakes of your partner because we all make mistakes and you could make a wrong step too. You mustn’t break up just because one mistake of your partner.
 
3.Trust: In every relationship, marriage, friendship, trust is the most important quality. If you want your partner to trust you, you must trust him too.
 
4.Show Your Feelings: If you want a serious relationship then you must show your partner that you care about him, that you love him.
 
5.Give Gifts: Even a flower can make your girlfriend love you more. In case you have a boyfriend, then I think a RC car or some collectibles will make him like a little boy.
 
6.Be Honest: You mustn’t lie. If you really want a serious relationship and a long one, then you will shorten the life of your relationship. Why lie? I personally don’t lie and I feel very good.The truth is better then a short time lie.
 
7.Sharing Your Problems: Share your problems with your partner. Try to open your soul in front of your partner because this will make your relationship stronger and it’s the base of a solid relationship. These are just a few ways to save a relationship, but all of them are efficient and if you use them you will have a strong and long relationship and you will save your relationship.

Komentar bertahan »

Melon Murah Meriah dan Berkhasiat

Melon Murah Meriah dan Berkhasiat
 
Anda barangkali sering meremehkan buah melon yang Anda makan. Padahal buah yang murah meriah ini mengandung banyak khasiat yang luar biasa sebagai pencegah penyakit. Sekitar 95% daging buah melon mengandung air, sehingga bisa memberi rasa dingin dan efek yang menyejukkan. Karena mempunyai sifat menyegarkan, buah melon dapat meredakan rasa panas dalam perut. Buah melon banyak mengandung Vitamin A, B dan C serta mengandung protein, kalsium dan fosfor. Kandungan mineral pada buah melon bahkan mampu menghilangkan keasaman tubuh dan mempunyai sifat menyembuhkan sembelit. Keasaman tubuh perlu dihilangkan karena akan menggangu pencernaan, khususnya pada organ lambung.

Kandungan nutrisi buah melon adalah 15,00 mg kalsium; 25,00 mg fosfor; 0,5 mg besi; 34 mg Vitamin C; 640 mg I.U Vitamin A; dan 0,03 mg Vitamin B1. Buah melon mengandung antikoagulan yang disebut dengan adenosine sehingga mampu menghentikan penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke atau jantung. Sementara itu, kandungan karotenoid buah melon yang tinggi dapat mencegah kanker dan menurunkan resiko serangan kanker paru-paru karena merupakan senyawa utama penyerang penyakit kanker.

Buah melon mempunyai daya diuretik yang sangat baik sehingga bisa menyembuhkan penyakit ginjal dan penyakit eksim yang parah dan akut. Jika dikombinasikan dengan buah lemon, maka buah melon dapat menumpas penyakit asam urat. Jadi ada baiknya Anda mengkonsumsi buah melon sehari sekali secara rutin pada pagi hari.

Jadi kesimpulannya, manfaat buah melon bagi kesehatan tubuh kita adalah:
1. Sebagai antikanker.
2. Membantu sistem pembuangan dengan mencegah sembelit.
3. Menurunkan resiko serangan penyakit jantung dan stroke.
4. Mencegah penggumpalan darah.
5. Menurunkan resiko penyakit ginjal.
6. Menyembuhkan penyakit eksim.

^Sportindo^

Komentar bertahan »